SPMB Bekasi Kembali Disorot, Pemuda ICMI Ungkap Sejumlah Error yang Bikin Orang Tua Panik
![]() |
| Foto: H. Imamuddin, Ketua Pemuda ICMI Kota Bekasi |
Bekasi, Pers Marhalah ‘Ulya
Pemuda ICMI Kota Bekasi menyoroti
pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau Penerimaan Peserta Didik
Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada
tahun ajaran baru ini.
Meski Dinas Pendidikan Kota Bekasi
telah berupaya melakukan digitalisasi, platform tersebut dinilai masih
menyisakan berbagai persoalan teknis di lapangan yang berpotensi merugikan hak
akses pendidikan bagi masyarakat.
Baca Juga:
Muhsin Ali Mabrur: Diskusi Bukan Budaya Orang Bekasi? Justru Rembuk Itu Kearifan Lokal Kita!
Ketua Pemuda ICMI Kota Bekasi, H.
Imamuddin, menyatakan bahwa langkah integrasi sistem berbasis web, aplikasi
seluler, serta verifikasi kependudukan real-time yang diluncurkan
pemerintah kota patut diapresiasi secara konseptual. Namun, ia menegaskan bahwa
implementasi teknologi yang tidak matang justru menciptakan hambatan baru
(barikade digital) bagi orang tua murid.
"Niatnya menyederhanakan,
tetapi jika sistem belum siap menampung beban massal, digitalisasi ini justru
menyulitkan dan memicu kepanikan di kalangan orang tua," ujar H. Imamuddin
saat ditemui di Bekasi, Minggu (07/06/2026).
Sorotan Kelemahan Sistem dan
Indikasi Error
Berdasarkan hasil pemantauan tim
internal ICMI Muda Kota Bekasi, H. Imamuddin membeberkan sejumlah kelemahan
krusial dan indikasi error pada sistem SPMB tahun ini yang perlu segera
dievaluasi:
Masalah Kronis Geotagging (Jalur
Zonasi)
Di tahun sebelumnya, kelemahan
paling fatal yang ditemukan adalah ketidakakuratan penentuan titik koordinat (geolocation)
pada platform pendaftaran. Banyak ditemukan kasus di mana titik rumah riil
pendaftar meleset jauh dari alamat yang tertera di Kartu Keluarga (KK).
"Ini sangat sensitif karena
jalur zonasi bergantung pada jarak. Kalau sistem salah membaca titik hingga
ratusan meter atau bahkan hitungan kilometer, anak yang rumahnya di depan
sekolah pun bisa tereliminasi secara tidak adil," tegas Imamuddin.
Dilema Sinkronisasi Data Dukcapil
Sistem verifikasi otomatis dengan
basis data kependudukan dinilai belum sepenuhnya sinkron secara real-time.
Orang tua murid yang baru melakukan pembaruan KK dalam setahun terakhir kerap
mendapati NIK anak mereka tidak terbaca oleh sistem, sehingga proses
pendaftaran mandiri langsung terhenti di tahap awal.
Infrastruktur Server Lemah (Connection
Timeout)
Pada jam-jam sibuk, terjadi
penumpukan akses simultan (bottleneck) yang mengakibatkan perlambatan
server yang parah. Akibat high latency ini, orang tua murid sering
mengalami eror gagal unggah dokumen, atau mendapati situs web sama sekali tidak
merespons (timeout).
Masukan dan Rekomendasi Pemuda
ICMI Kota Bekasi
Menyikapi berbagai kendala tersebut,
H. Imamuddin atas nama Pemuda ICMI Kota Bekasi memberikan beberapa masukan
konkret kepada Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Bekasi:
Audit dan Upgrade Kapasitas
Server: Pemkot Bekasi harus memastikan infrastruktur server memiliki kapasitas bandwidth
yang memadai agar mampu menangani lonjakan trafik saat ribuan warga mengakses
sistem secara bersamaan di hari pertama pendaftaran.
Penyederhanaan Kompresi File
Dokumen: Sistem pengunggahan berkas pada aplikasi seluler harus dibuat
lebih ramah pengguna (user-friendly), dilengkapi fitur kompresi otomatis
agar warga tidak perlu kebingungan mengecilkan ukuran file secara manual.
Transparansi dan Penguatan Posko
Sekolah: Akses bantuan di posko-posko sekolah harus diperkuat. Jika sistem
mandiri eror, operator di tingkat sekolah harus dibekali dasbor khusus yang
stabil untuk menginput data warga secara manual tanpa birokrasi yang rumit.
"Pendidikan adalah hak dasar
setiap anak Bekasi. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan kesempatan
bersekolah hanya karena sistem web yang eror atau server down.
Pemerintah daerah wajib melakukan evaluasi total dan menyiapkan mitigasi
darurat agar kegaduhan tahunan ini tidak terus berulang," punggah H.
Imamuddin, menutup pernyataannya.

Posting Komentar untuk "SPMB Bekasi Kembali Disorot, Pemuda ICMI Ungkap Sejumlah Error yang Bikin Orang Tua Panik"