Uswah Menyerahkan Estafet, KAMMALAH Melanjutkan Langkah
Ketika Jabatan Berakhir, Perjuangan KAMMALAH Tak Boleh Berhenti
![]() |
| Ketika Jabatan Berakhir, Perjuangan KAMMALAH Tak Boleh Berhenti |
Uswah Mujizah menutup satu periode kepemimpinannya dengan sebuah pengakuan: menjadi ketua bukan perkara mudah bagi seseorang yang sejak awal mengaku memiliki banyak ketakutan. Dari dinamika, kelelahan, hingga kebersamaan, ia menitipkan satu pesan kepada kepengurusan berikutnya—jangan biarkan perjuangan KAMMALAH berhenti hanya karena sebuah jabatan berganti.
Ada keberanian yang lahir bukan karena seseorang tidak memiliki rasa takut, melainkan karena ia memilih tetap berjalan meski ketakutan itu ada.
Uswah Mujizah salah satu perempuan yang mengaku memiliki banyak rasa takut itu pernah memilih meninggalkan zona nyamannya. Pada 31 Agustus 2025, melalui Musyawarah Besar II KAMMALAH, ia menerima amanah sebagai Ketua Umum KAMMALAH.
Kini, satu periode kepemimpinannya hampir sampai di penghujung.
Waktu berjalan lebih cepat dari yang mungkin dibayangkan. Amanah yang dahulu dimulai dengan keberanian untuk mencoba, kini harus diakhiri dengan keberanian lain: menyerahkan kepemimpinan kepada generasi berikutnya.
Bagi Uswah, menjadi Ketua Umum KAMMALAH bukan sekadar menduduki sebuah posisi. Ia melihat jabatan tersebut sebagai proses belajar, ruang untuk membangun komitmen, sekaligus kesempatan memberikan kontribusi bagi dirinya dan Kampus Marhalah.
Perjalanan itu pun tidak selalu berjalan lurus.
Ada dinamika. Ada lika-liku. Ada berbagai keadaan yang mengharuskannya belajar mengambil sikap dan memahami arti kepemimpinan dari pengalaman nyata. Setiap persoalan yang dilewati kemudian ia jadikan dorongan untuk terus memperbaiki kemampuan dalam memimpin KAMMALAH.
Namun di balik sosok yang berdiri sebagai ketua, tetap terdapat seorang manusia.
Ada saat ketika semangat begitu menyala. Ada pula waktu ketika lelah datang dan terasa begitu berat. Lalu Uswah tidak menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang selalu kuat. Ia justru mengakui bahwa perjalanan satu periode tersebut tidak mungkin dilalui seorang diri.
Dukungan Sekretaris Umum dan Bendahara Umum menjadi bagian penting dalam perjalanan kepengurusannya. Kebersamaan dengan orang-orang di sekelilingnya menjadi pengingat bahwa organisasi tidak pernah dibangun oleh satu nama saja.
Karena itu, ketika masa kepemimpinannya hampir berakhir, Uswah tidak hanya menyampaikan harapan kepada ketua yang akan menggantikannya. Ia juga berbicara kepada seluruh kepengurusan yang kelak menjalankan roda organisasi.
Ia berharap ketua berikutnya mampu membawa KAMMALAH menuju arah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih aktif.
Namun ada pesan yang terasa lebih personal.
Temanilah ketua kalian. Dukunglah ia. Bantu mewujudkan setiap visi dan misi yang dibawa untuk KAMMALAH.
Pesan tersebut menjadi penting karena kepemimpinan tidak pernah cukup hanya mengandalkan seorang pemegang jabatan. Sebagus apa pun visi yang dibawa seorang ketua, ia membutuhkan orang-orang yang bersedia berjalan bersamanya.
Uswah juga berharap kepengurusan berikutnya mampu membangun KAMMALAH yang lebih solid dan menumbuhkan rasa saling memahami antaranggota.
Sebab, barangkali, kekuatan sebuah organisasi bukan hanya terlihat dari banyaknya program yang terlaksana. Kekuatan itu juga tumbuh dari seberapa jauh orang-orang di dalamnya mampu saling memahami ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.
Kini, setelah melewati satu periode, Uswah memilih mengakhiri masa kepemimpinannya dengan ucapan terima kasih.
Atas kepercayaan. Atas kebersamaan.
Atas setiap pelajaran yang menjadi bagian dari perjalanan.
Ia berpamitan dari jabatan tersebut dengan segala kekurangan yang masih ia miliki.
Tidak ada klaim bahwa semuanya telah sempurna. Tidak ada perjalanan kepemimpinan yang benar-benar bebas dari kekurangan.
Tetapi ada harapan yang ingin ia tinggalkan.
KAMMALAH harus terus melangkah. Terus bertumbuh. Terus melahirkan generasi yang lebih baik. Sebab pergantian kepengurusan semestinya bukan akhir dari sebuah perjuangan. Ia adalah bagian dari siklus yang memungkinkan sebuah organisasi terus hidup, belajar, dan menemukan generasi berikutnya.
Uswah mungkin akan meninggalkan kursi Ketua Umum KAMMALAH. Namun yang ia tinggalkan bukan sekadar jabatan. Ia meninggalkan pengalaman, pelajaran, kebersamaan, serta pesan kepada mereka yang akan meneruskan perjalanan.
Pada akhirnya, jabatan memang memiliki batas. Kepengurusan pasti berganti.
Nama-nama akan datang dan pergi. Tetapi KAMMALAH tidak boleh berhenti hanya karena satu periode telah selesai.
Sebab ketika jabatan berakhir, perjuangan seharusnya menemukan tangan baru untuk melanjutkannya.
Uswah Mu'jizah memberi pesan
Datang sebagai pengurus, pulang sebagai keluarga. Jabatan akan berakhir, tetapi kenangan, perjuangan, dan persausaraan akan tetap tertinggal.

Posting Komentar untuk "Uswah Menyerahkan Estafet, KAMMALAH Melanjutkan Langkah"