Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rizal Mumazziq Zein di Haul Syaikh Muhajirin: Cinta kepada Nabi Harus Terus Dirawat

Rizal Mumazziq Zein saat menjadi pemateri di Haul Syaikh Muhajirin yang ke-24
Foto: Rizal Mumazziq Zein saat menjadi pemateri di Haul Syaikh Muhajirin yang ke-24 (17/5/26).

Bekasi, Pers Marhalah 'Ulya

Dalam rangkaian Haul ke-24 Syekh Muhammad Muhajirin, Rizal Mumazziq Zein menyampaikan tausiyahnya yang menekankan pentingnya menjaga kualitas iman, memperkuat hubungan spiritual dengan Nabi Muhammad, serta meneguhkan kembali peran ulama sebagai pembimbing masyarakat. (17/5/2026)

Di hadapan jamaah, Rizal Mumazziq mengangkat hadis tentang kerinduan Nabi Muhammad kepada umatnya yang belum pernah bertemu langsung, namun tetap beriman dan istiqomah (konsisten) menjalankan ajaran Islam.

"Kita ini memang tidak pernah bertemu langsung dengan Nabi Muhammad, tetapi kecintaan kepadanya harus terus dirawat. Justru, perjuangan menjaga iman di zaman sekarang memiliki nilai besar," tutur Rizal sambil mengutip hadis yang diriwayatkan sahabat Anas bin Malik.

Baca Juga

KH Muhammad Aiz Ungkapkan 3 Wiridan Syaikhuna Muhajirin di Momen Haul ke-23

3 Pesan Utama Syaikh Muhajirin Ketika Mengijazahkan Kitab Ihya 'Ulumuddin kepada Murid-Muridnya

Wakil Rektor IAIN Pontianak Bahas Kehidupan Ruh dalam Haul ke-23 KH Muhammad Muhajirin

Ia menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat modern dipenuhi pelbagai tantangan yang dapat menjatuhkan manusia dari nilai-nilai spiritual.

Karena itu, rasa kedekatan emosional kepada Nabi perlu terus dibangun melalui pengajian, keteladanan akhlak, dan penguatan tradisi keilmuan Islam.

Dalam ceramahnya, Rizal menyoroti posisi ulama sebagai waratsatul anbiya atau pewaris para nabi.

Tetapi, menurutnya, warisan tersebut tidak hanya berupa ilmu agama, melainkan juga tanggung jawab moral untuk membimbing masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa menjadi seorang pengajar bukan sekadar profesi formal, melainkan bentuk panggilan jiwa.

Sehubungan hal itu pula, dirinya mengutip ucapan salah satu murid Syaikh M. Muhajirin, yaitu: Kiai Mahfudz Asirun tentang amalan istimewa Kiai (Muhajirin) itu mengaji hingga akhir hayatnya.

"Tidak ada amalan beliau selain: ngaji, ngaji, dan ngaji," tuturnya.

Melalui ceramahnya, ia tidak hanya mengajak para jamaah haul mengenang jasa para ulama, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga iman, mencintai ilmu, dan menghormati tradisi pesantren merupakan bagian penting dari perjuangan umat islam hari ini.

Pewarta: Rayyan Fachrizki

Editor: Alif Hafidzt Aulia

Posting Komentar untuk "Rizal Mumazziq Zein di Haul Syaikh Muhajirin: Cinta kepada Nabi Harus Terus Dirawat"