Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Regenerasi Pimpinan BAZNAS Kota Bekasi, Pemuda ICMI Mendorong Peningkatan Layanan Digital serta Program Beasiswa

Regenerasi Pimpinan Baznas Kota Bekasi Periode 2026-2031.
Foto: Regenerasi Pimpinan Baznas Kota Bekasi Periode 2026-2031.

Bekasi, Pers Marhalah 'Ulya

Regenerasi pimpinan BAZNAS Kota Bekasi periode 2026–2031 dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat tata kelola zakat berbasis teknologi demi menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.

Pemerintah Kota Bekasi resmi menetapkan lima pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi untuk periode 2026–2031 melalui Keputusan Wali Kota Bekasi. Kelima pimpinan yang seluruhnya merupakan wajah baru tersebut adalah Dr. Mulyadi, S.Ag, M.A; Umri Yasa, SE, M.M; Drs. Sudarsono, M.Si; Ahmad Tasori, S.Kom; dan Moh. Nurcholiq, S.Pd.I. Pergantian ini menggantikan kepengurusan lama yang dipimpin oleh H. Nurul Akmal, SHI. Merespons penetapan tersebut, Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kota Bekasi menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada jajaran pimpinan yang baru dilantik.

"Kami menyambut baik lahirnya kepengurusan BAZNAS Kota Bekasi yang sepenuhnya baru. Ini adalah peluang emas untuk melakukan lompatan  bukan sekadar melanjutkan, tetapi benar-benar bertransformasi. Kami mendorong agar digitalisasi layanan zakat dan perluasan program beasiswa pendidikan tinggi menjadi dua prioritas utama yang tidak boleh ditunda."

 Hanan Mukaffa, Kepala Divisi Pendidikan, Pelatihan & Riset, Pemuda ICMI Kota Bekasi

Baca Juga:

Muhsin Ali Mabrur: Diskusi Bukan Budaya Orang Bekasi? Justru Rembuk Itu Kearifan Lokal Kita!

Kepemimpinan yang Belum Balik Modal! Kritik MPD ICMI Bekasi atas Pemimpin yang Tak Terima Kritik

Transformasi Digital sebagai Keniscayaan

Hanan Mukaffa, Kepala Divisi Pendidikan, Pelatihan & Riset Pemuda ICMI Kota Bekasi, menegaskan bahwa era kepengurusan baru ini harus dijadikan titik balik nyata dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kota Bekasi. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan jumlah penduduk Kota Bekasi yang mendekati tiga juta jiwa, potensi zakat yang sesungguhnya masih sangat jauh dari angka yang berhasil terhimpun selama ini.

"Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi kepercayaan publik. Masyarakat perlu bisa memantau secara real-time: berapa yang terkumpul, siapa penerimanya, dan apa dampak nyata yang dirasakan. Platform digital yang kuat adalah kunci untuk itu," ujar Hanan.

Pemuda ICMI mendorong kepengurusan baru untuk segera mengembangkan atau mengoptimalkan platform digital yang mencakup sistem donasi online yang terintegrasi dengan berbagai kanal pembayaran, dashboard transparansi yang dapat diakses publik secara terbuka, serta aplikasi mobile yang memudahkan muzakki  para wajib zakat  dalam menunaikan kewajiban mereka kapan pun dan di mana pun.

Beasiswa Perguruan Tinggi: Investasi Masa Depan Bekasi

Di antara berbagai program yang diharapkan dapat ditingkatkan, Pemuda ICMI Kota Bekasi secara khusus menyoroti pentingnya perluasan program bantuan pendidikan perguruan tinggi. Banyak pemuda Bekasi berpotensi besar namun terhenti di tengah jalan akibat keterbatasan biaya kuliah.

"Zakat yang disalurkan dengan tepat untuk pendidikan adalah investasi terbesar yang bisa dilakukan. Seorang mahasiswa yang terbantu hari ini bisa menjadi penggerak ekonomi, pendidik, atau pemimpin yang membayar manfaat itu kembali berlipat ganda ke masyarakat. Kami mengusulkan agar BAZNAS Kota Bekasi membuat skema beasiswa perguruan tinggi yang lebih sistematis, terukur, dan berdampak jangka panjang," tambah Hanan.

Pemuda ICMI berharap program beasiswa tidak hanya mencakup bantuan biaya kuliah, tetapi juga pendampingan akademik dan pengembangan kapasitas penerima manfaat, sehingga tata kelola program benar-benar berbasis dampak, bukan sekadar seremoni penyerahan dana.

Sinergi dengan Pemuda dan Masyarakat Sipil

Lebih jauh, Pemuda ICMI Kota Bekasi menyatakan kesiapannya untuk bersinergi aktif bersama kepengurusan baru BAZNAS. Kolaborasi yang dimaksud mencakup sosialisasi zakat kepada generasi muda, pengawasan partisipatif terhadap program-program yang berjalan, hingga kontribusi gagasan kebijakan yang konstruktif.

"Kami bukan hanya pengamat. Kami siap menjadi mitra. Pemuda Bekasi ingin melihat BAZNAS yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya aktif di momen Ramadan saja. Kepengurusan baru ini punya modal kepercayaan yang besar karena mereka datang dengan wajah segar  jangan sampai kepercayaan itu disia-siakan," tutup Hanan.

Pemuda ICMI Kota Bekasi berharap kepengurusan baru BAZNAS Kota Bekasi periode 2026–2031 dapat segera menyusun program kerja yang inovatif, berbasis data, dan berorientasi pada dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Bekasi. Ketua Pemuda ICMI Kota Bekasi, H. Imamuddin, S.Pd.I  menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Bekasi atas dedikasi dan program-program yang nyata membantu masyarakat. Dari Bekasi Cerdas, Bekasi Sehat, hingga pemberdayaan UMKM, kami melihat komitmen BAZNAS dalam membangun Kota Bekasi yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan berkah. Pemuda ICMI Kota Bekasi siap bersinergi untuk memperkuat dampak positif bagi warga Bekasi.

Posting Komentar untuk "Regenerasi Pimpinan BAZNAS Kota Bekasi, Pemuda ICMI Mendorong Peningkatan Layanan Digital serta Program Beasiswa"