Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa BAZNAS Mengerahkan 200 Relawan ke Monas? Ini Penjelasan Korlapnya

Instruksi pra-tugas dari ketua kordinasi lapangan BAZNAS, Taufiq Hidayat.
Foto: instruksi pra-tugas dari ketua kordinasi lapangan BAZNAS, Taufiq Hidayat.

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi salah satu mitra strategis Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyukseskan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan Tahun 2026 yang diselenggarakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Sabtu (1/08/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS mengerahkan sebanyak 200 relawan untuk mendukung pelayanan logistik bagi para jamaah.

Koordinator Lapangan (Korlap) BAZNAS, Taufiq Hidayat, menjelaskan bahwa peran utama BAZNAS dalam kegiatan ini adalah mendukung operasional acara melalui penyediaan logistik, relawan, serta koordinasi tim di lapangan.

“Kami ditugaskan untuk membantu kegiatan Kementerian Agama melalui pelayanan logistik kepada jamaah, mulai dari penyediaan air minum, roti, hingga kebutuhan konsumsi lainnya selama kegiatan berlangsung,” ujar Taufiq saat diwawancarai.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan kegiatan, BAZNAS bersama Kementerian Agama dan sejumlah instansi pendukung menggelar serangkaian rapat koordinasi, baik secara luring maupun daring. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi, membagi tugas masing-masing instansi, sekaligus menyusun mekanisme distribusi logistik agar berjalan efektif.

“Dalam rapat koordinasi itu, BAZNAS diberikan tanggung jawab menangani sektor logistik. Seluruh pembahasan dilakukan secara bersama agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan dan bantuan dapat tersalurkan tepat kepada para jamaah,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan, BAZNAS menyiapkan 100.000 botol air mineral, 100.000 bungkus roti, serta mengerahkan 200 relawan yang berasal dari berbagai wilayah Jabodetabek, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Banten, dan daerah sekitarnya.

Taufiq mengakui bahwa tantangan terbesar dalam mengoordinasikan ratusan relawan tersebut adalah faktor jarak dan transportasi. Relawan berasal dari berbagai daerah dengan waktu tempuh yang berbeda menuju lokasi kegiatan di Monas.
“Karena relawan berasal dari berbagai daerah, kami harus mempertimbangkan aspek transportasi. Oleh karena itu, seluruh instruksi disampaikan melalui grup WhatsApp agar relawan dapat mengatur waktu keberangkatan sejak pagi hingga siang hari,” katanya.

Ia menjelaskan, relawan diminta berkumpul sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB untuk menerima arahan, kemudian pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB melakukan persiapan logistik sebelum acara dimulai pada sore hari.

Dalam pendistribusian logistik, Taufiq menegaskan bahwa prinsip utama yang diterapkan adalah memastikan bantuan diterima secara merata oleh seluruh jamaah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BAZNAS membentuk enam titik distribusi logistik yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, seperti pintu masuk, pintu keluar, dan area berkumpulnya jamaah. Setiap titik dijaga oleh kelompok relawan yang bertugas mendistribusikan air mineral, roti, serta kebutuhan konsumsi lainnya agar pelayanan berlangsung cepat dan tepat sasaran.

Selain melayani jamaah, BAZNAS juga menyiapkan konsumsi dan suvenir bagi seluruh relawan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka selama kegiatan berlangsung.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS tidak hanya berperan sebagai penyedia logistik, tetapi juga menjadi mitra pelaksana Kementerian Agama dalam memastikan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan logistik, koordinasi tim, serta pengerahan ratusan relawan yang bekerja sejak tahap persiapan hingga berakhirnya kegiatan.

Pewarta: Rayyan Fachrizki

Editor: Shopyan Hadi

Posting Komentar untuk "Mengapa BAZNAS Mengerahkan 200 Relawan ke Monas? Ini Penjelasan Korlapnya"